Pemilu Paling Curang dalam Sejarah

Pemilu Paling Curang dalam Sejarah

Bagi poly berasal kita yang relatif beruntung buat hidup di bawah demokrasi, proses pemungutan suara atau pemilu sudah menjadi bagian asal daur beberapa tahun yang kita semua alami. Proses demokrasi telah disempurnakan sepanjang sejarah buat memberikan apa yang oleh banyak orang akan digolongkan menjadi keputusan paling adil yang bisa dicapai oleh penduduk suatu negara dengan keputusan setiap orang diperhitungkan.

Seperti biasa tidak terdapat yg tepat serta kecurangan pemilu serta pemalsuan suara dapat dipandang pada negara-negara di mana demokrasi tidak lebih berasal sandiwara buat menerima legitimasi pemerintahannya di mata rakyatnya. Ini umumnya dilakukan secara halus agar tidak mengakibatkan kecurigaan tetapi terkadang penipuan ini dilakukan dalam skala sedemikian rupa sehingga bahkan mereka yang dibutakan sang gengsi negara mereka mungkin mulai mengajukan beberapa pertanyaan. Begitulah situasi permainan situs slot gacor di tahun 1927 pada Liberia.

Yang Menatap Amerika

Liberia dimulai sebagai koloni Amerika yg diselesaikan sang American Colonization Society (ACS) pada tanggal 7 Januari 1822. Pemukiman itu awalnya dirancang untuk budak Amerika yang dibebaskan karena dianggap mereka mempunyai kesempatan lebih baik buat kebebasan di Afrika daripada Amerika. Koloni itu mendeklarasikan kemerdekaannya di tahun 1847 meskipun tidak secara resmi diakui menjadi independen sang Amerika perkumpulan hingga Konfederasi memisahkan diri asal AS.

Setelah Perang Saudara Amerika, Liberia akan terus menjalin korelasi dekat dengan AS seperti yg terlihat dalam Perang dunia I pada mana dia menyatakan perang melawan Jerman hanya lima bulan setelah AS. Negara ini juga akan sebagai galat satu anggota pendiri liga Bangsa-Bangsa, pendahulu perserikatan Bangsa-Bangsa yg dibuat selesainya Perang dunia Pertama dengan tujuan untuk menghentikan perang lain terjadi pada Eropa.

Pemilu Paling Curang dalam Sejarah

Demokrasi Pasca-Perang

Sembilan tahun setelah Perang besar , Liberia akan mengadakan pemilihan. Petahana, True Whig Party, diwakili sang Charles D. B. King yang telah menjabat dua periode menjadi ketua negara di tahun 1927. King berhadapan menggunakan Thomas J. Faulkner yang mewakili Partai masyarakat dalam pemilihan.

Setelah penghitungan, King dan True Whig Party-nya mendapatkan 243.000 suara, suatu nilai yg lebih berasal 15 kali lebih besar asal jumlah pemilih terdaftar pada semua Liberia. sebab besarnya kecurangan dalam pemilihan ini, acara tersebut mendapatkan penghargaan Guinness Book of World Records menjadi pemilihan paling curang yang pernah dilaporkan pada sejarah.

Hadiah dari Nenek Moyang

Peristiwa mirip pemilihan ini memberikan kepada kita bahwa orang akan melakukan apa saja buat kekuasaan, tidak peduli betapa bodohnya ilham itu. Kita masih hayati pada global di mana pemilu dipengaruhi dengan cara yang mungkin digambarkan banyak orang menjadi tidak demokratis. Terserah pemilih buat memperbaiki kesalahan demokrasi karena pemilih di akhirnya memegang semua kekuasaan dalam sistem mirip itu.

Tidak seperti nenek moyang kita yg hidup pada bawah sistem Feodal, kita mempunyai kemampuan buat mempengaruhi bagaimana negara kita dijalankan. merogoh bagian dalam proses demokrasi harus dicermati menjadi hak Istimewa dan kewajiban bagi warga negara masing-masing negara daripada beban. Tindakan satu orang, satu hari setiap empat, lima atau enam tahun bisa mengubah jalannya sejarah.

Leave a comment

Your email address will not be published.