Syarat Dan Ketentuan Ikuti Pemilu atau Pilkada

Syarat Dan Ketentuan Ikuti Pemilu atau Pilkada – Sebelum menjelang hari H pencoblosan dalam Pemilu atau Pilkada, perlu Kalian ketahui bersama sebagai calon pemilih syarat dan kelompok dalam pesta demokrasi tersebut. Setidaknya ada enam syarat dan tiga kelompok pemilih yang perlu Kalian ketahui bersama sebagai calon pemilih Situs Slot Gacor.

Syarat Dan Ketentuan Ikuti Pemilu atau Pilkada

Syarat Dan Ketentuan Ikuti Pemilu atau Pilkada

calon pemilih supaya bisa ikut serta serta dalam Pemilu atau Pilkada setidaknya ada enam, ialah:

  • Warga Negara Indonesia,
  • Warga yang telah genap berusia tujuh belas tahun,
  • Terdaftar sebagai pemilih di DPT,
  • Tak sedang terganggu jiwa/daya ingatnya,
  • Tak sedang dicabut hak pilihnya menurut keputusan pengadilan yang telah mempunyai peraturan tetap,
  • Seorang purnawirawan TNI.

Meskipun untuk kelompok pemiih, Unggul dari Relawan TIK Kementerian Kominfo membeberkan bahwa dalam Pemilu atau Pilkada mengenal 3 istilah daftar pemilih ialah Daftar Pemilih Konsisten (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Ketiga istilah itu disebut dalam UU Nomor 17 tahun 2017 seputar Pemilu.

Daftar Pemilih Konsisten (DPT)
Yaitu daftar pemilih yang dibentuk KPU menurut data pemilih pada pemilu terakhir yang disandingkan dengan data kependudukan Kemendagri. Pemilih kelompok ini akan mendapatkan surat pemberitahuan memilih atau C6 dan bisa mencoblos pukul 07.00-12.00 waktu setempat dengan membawa C6 dan e-KTP.
Di Pemilu atau Pilkada.

Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)
Yaitu pemilih yang telah terdata dalam DPT, tapi berharap pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang telah didata. UU Pemilu menyebut sebagian tipe pemilih DPTb sebagai berikut:

  • Pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di daerah lain
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit atau keluarga yang mengantar
  • Penyandang disabilitas di panti sosial
  • Menjalani rehabilitasi narkoba
  • Tahanan
  • Siswa atau mahasiswa yang jauh dari rumah
  • Pindah domisili

Korban bencanaPemilih yang berharap pindah memilih semestinya mengurus surat pindah memilih (form A5) di Panitia Pemungutan Suara (PPS) https://www.nodeclipse.org/ paling lambat 30 hari sebelum pemungutan bunyi 17 April atau Pilkada.  Pemilih pada DPTb punya kesempatan memakai hak pilih yang sama dengan pemilih DPT ialah antara pukul 07.00-13.00 waktu setempat, dengan membawa form A5 dan e-KTP.

Daftar Pemilih Khusus (DPK)
DPK ialah warga yang punya hak pilih tapi belum terdata dalam DPT. Pemilih kelompok ini bisa memakai hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai domisili pada e-KTP.
Tetapi pemilih dalam DPK cuma bisa memakai hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup ialah pukul 12.00-13.00 waktu setempat, dengan catatan selama surat bunyi masih tersedia.

Tetapi Unggul memberi rekomendasi untuk para pemilih jangan ditargetkan menjadi DPK, tapi sebisa mungkin menjadi DPT. Sistem memperhatikan apakah Kalian telah terdaftar sebagai DPT atau belum bisa cek di website lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Selain itu ketahui juga Survei Elektabilitas Pilpres Terbaik 2024 mendatang.

Indonesia Sebagai Presidensi G20 2022

Indonesia Sebagai Presidensi G20 2022 – Terhitung pada tanggal 1 Desember 2021 sampai nanti di tanggal 31 Oktober 2021, Indonesia akan mengemban tanggung jawab sebagai Presidensi G20 Tahun 2022. Meneruskan estafet presidensi G20 dari Italia, Indonesia akan menjadi presidensi negara-negara yang akan memimpin Group ot Twenty dalam mencapai misi “Recover Together, Recover Stronger” serta menjadi tempat digelarnya rangkaian pertemuan G-20 ini.

Untuk kalian yang masih belum familier dengan istilah G-20, G20 adalah forum utama kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). Forum yang berdiri sejak tahun 1999 ini merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Forum https://www.nicholasprojects.org/ ini melangsungkan diskusi tiap tahun dan mengawali Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) Tahunan pertama kalinya pada 2008 dengan keterlibatan dari tiap-tiap Kepala Negara dan pemerintah.

Dalam tatap muka G20, berjalan dua lajur, yakni Finance Trek yang mengulas desas-desus di bagian ekonomi, keuangan, pajak dan moneter, dan Sherpa Trek yang mengulas desas-desus ekonomi nonkeuangan, seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pengajaran, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan peralihan cuaca.

Ulasan rumor di atas dilaksanakan oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentra masing-masing negara anggota.

Dalam pada itu, konsentrasi rumor yang diulas pada sherpa trek mencakup geopolitik, antikorupsi, pembangunan, perdagangan, energi, peralihan cuaca, kesetaraan Judi Slot Online gender. Ulasan desas-desus itu dilaksanakan oleh kementerian berkaitan di tingkat menteri masing-masing negara anggota.

Saat sebelum diulas pada tingkat Menteri, desas-desus itu akan diulas dengan detil dan tehnis di tingkat Working Grup (WG) lebih dulu supaya maksimal dan mendalam. Serangkaian tatap muka G20 dalam tiap presidensi umumnya meliputi 3-4 tatap muka tingkat working grup (WG), 3-4 tatap muka tingkat deputi, 2-4 tatap muka tingkat Menteri dan disudahi dengan Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) yang didatangi oleh Kepala Negara anggota G20. Masing-masing lajur di atas jalan secara paralel yaitu dimulao dari tingkat tehnis (WG) selanjutnya dieskalasi ke tingkat deputi untuk mendapatkan ide persetujuan (communique) dan menyusutkan desas-desus untuk diulas di tingkat menteri. Dengan transisi itu, pada akhirannya G20 akan menyetujui persetujuan final atas tindakan peraturan yang diambil atas desas-desus fokus pada KTT sebagai pengujung serangkaian aktivitas.

G20 sebetulnya tidak tidak mempunyai sekretariat secara tetap. Karena itu, tiap tahunnya akan diputuskan presidensi G20 atau tuan-rumah secara kesepakatan pada KTT berdasar mekanisme perputaran teritori. Sekarang, Indonesia telah serah-terima dan jadi presidensi G20 pada tahun 2022.

Featured post

Published
Categorized as Uncategorized